Cari Blog Ini

Jumat, 07 September 2012

Kamus istilah (British English - Bahasa Indonesia)


  • “Household Name” : is someone or something that is recognized by most people (famous). So, if you walk into an average household and mention the name, people will know who you're referencing. Household name dalah ungkapan dalam Bahasa Inggris yang berarti nama (seseorang atau sesuatu) yang sangat terkenal, bahkan hampir setiap rumah tangga mengenali ketika kita menyebutkan nama tersebut.

Rabu, 29 Agustus 2012

Samsung dan Android Melanjutkan Pembangunan ‘Galaxy Technology’, Microsoft Tidak Mau Ketinggalan




Perhelatan IFA 2012 di Berlin belum genap satu hari dibuka namun tampaknya puncak dari acara tersebut telah ‘dicuri’ oleh Samsung Electronics. Meskipun beberapa hari lalu pukalan keras dari Apple melalui pengadilan Amerika Serikat cukup membuat saham Samsung menurun, tampaknya kini perusahan teknologi asal negeri ginseng tersebut telah mendapatkan kembali tangga menuju puncak. Mata ribuan penonton dan jurnalis yang hadir dalam IFA 2012 Berlin (29/8), benar-benar ‘disihir’ dengan kehadiran dua gadget terbaru besutan Samsung dan si robot hijau Android. Tidak lain adalah Samsung Galaxy Note II yang kehadirannya semakin makin memantapkan jati diri dan medefinisikan phone-tablet, serta Samsung Galaxy Camera yang tampaknya akan menjadi ancaman serius bagi Nokia PureView.

Dari segi tampilan luar, sang penerus tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan pendahulunya, Galaxy Note. S-Pen yang dihadirkan jauh lebih presisi, dan memiliki sensifitas tekanan yang luar biasa, dan sedikit lebih tebal, tetapi body Note II secara keselurah sedikit lebih tipis. Dalam hal display, Note II mulai menggunakan layar Super AMOLED HD, lebih besar 2”, tetapi resolusinya sedikit berkurang dibandingkan generasi sebelumnya. Layar Dapur pacu Galaxy Note II banyak yang diadaptasi dari Galaxy SIII, hanya mengalami penigkatan RAM menjadi 2GB. Dalam hal perangkat lunak, Note II mulai menerapkan kemampuan multitasking, dan air view yaitu kemampuan untuk menampilkan sebagian deskripsi dari foto, plan, atau e-mail cukup dengan mendekatkan S-Pen di atas item yang diinginkan tanpa menyentuh item tersebut. 
Dengan basis, Samsung Galaxy SIII yang cukup sukses, Samsung menghadirkan Galaxy Camera salah satu kamera berplatform android. Tidak seperti nokia 808 pureview yang memiliki resulusi hingga 41MP, Galaxy Camera hanya memiliki memiliki resolusi 16MP, tetapi dengan kemampuan optical zoom hingga 21 kali. Pernah melihat foto berikut?

Mengkin kita berpikir bahwa untuk mendapatkan hasil seperti gambar tersebut kita harus menggunakan kamera DSLR seperti yang dimiliki para professional photographer. Jangan kaget, karena dengan teknologi Smart Pro yang ditanamkan pada Galaxy Camera, kita bisa menghasilkan foto seperti itu. Feature Smart Pro juga memungkinkan kita menangkap image dari benda yang bergerak secara lebih baik. Teknologi Smart Pro menjadikan siapapun yang menggunakan Galaxy Camera akan mudah untuk menghasilkan foto, layaknya foto yang dibuat seorang profesional.  
Anda dapat menggunakan perintah suara untuk mengambil gambar, mengatur zoom, bahkan mengatur timer. Anda juga dapat langsung mengatur folder, memberi tag atau bahkan mengedit foto pada Galaxy Camera. Dengan Bluetooth 4.0, WiFi, 3G/4G, sharing foto kepada perangkat lain, facebook, atau blog pribadi, mejadi hal yang mudah.
Kedua gadget baru ini benar-benar memperkuat Galaxy series yang dibangun Samsung bersama Android. Jika Anda ingin menggunakan smarphone dan dompet, Galaxy Nexus dan Galaxy SIII rajanya. Saat Anda membutuhkan note, Galaxy Note II siap anda coret-coret. Saat Anda membutuhkan Table, Galaxy Tab dan Galaxy Note 10.1 siap menemani. Jika anda membutuhkan proyektor, Samsung pun telah menyediakan Galaxy Beam bagi Anda. Bahakan saat Anda membutuhkan mp3, portable console game sekaligus video player yang cukup lega, sudah ada Galaxy Player. Kini Samsung telah menyediakan SMART TV yang dapat dikendalikan dari HP Android Anda, bukan tidak mungkin kedepan Samsung akan segera meluncurkan TV ber-platform Android, seperti halnya RF4289HARS (lemari pendingin Samsung yang dilengkapi dengan Android operating system).
Microsoft tidak tinggal diam melihat kesuksesan Samsung bersama Android. Walaupun Nokia sering dianggap sebagai ‘anak emas’ dalam pembangunan Windows operating system, Microsoft nampaknya mulai mencoba peruntungan dengan mengikut sertakan Samsung dan beberapa produsen gadget lainnya. Hal ini terbukti dengan diluncurkannya smartphone pertama di dunia yang menggunakan Windows Phone 8 OS adalah Samsung ATIV S, meskipun Windows 8 belum dirilis secara resmi oleh Microsoft. Pada perhelatan IFA 2012 ini juga Samsung telah meluncurkan tablet (Samsung ATIV Smart PC dan Samsung ATIV Smart PC Pro) beserta ultrabook (Samsung 9 Series terbaru), yang semuanya berjalan pada windows 8.
Dengan Windows 8, Microsoft berusaha untuk menyamakan kernel yang digunakan baik pada smartphone yang menggunakan prosesor ARM maupun pada PC yang menggunakan prosesor Intel. Microsoft berusaha untuk menyatukan para developer, agar kelak aplikasi pada PC dapat dijalankan dengan baik juga pada smartphone. Namun Windows 8 ini bersifat tertutup sehingga untuk menginstall aplikasi Anda harus mengambilnya melalui marketplace dan Windows wajib mendapatkan sebagian dari keuntungan penjualan aplikasi tersebut.
Melihat arah pergerakan Microsoft ini, maka Android sebagai penguasa ‘pasar’ open source tampaknya mulai berusaha untuk berdamai dengan saudara dekatnya,  Linux, untuk mengembakan dan mempertahankan ‘pasar’ open source. Tampaknya perkembangan dan peperangan di industri teknologi ini akan semakin menarik.

Jumat, 24 Agustus 2012

MENG-INSTALL PYTHON PADA WINDOWS



 

1.1.      Berkenalan dengan Pyhton

  Gambar 1. Phyton


Python adalah salah satu jenis bahasa pemrograman tingkat tinggi. Bahasa pemrograman tingkat tinggi adalah bahasa pemrograman yang dirancang untuk lebih memudahkan manusia sebagai pengguna (user), dalam berhubungan dengan mesin. Selain Python bahasa pemrograman tingkat tinggi lainnya seperti C, C++, Pearl, Java, MatLab, dan lain-lain. Sebagai bahasa tingkat tinggi, Phyton bersifat portable, artinya dapat digunakan pada berbagai jenis komputer dengan sedikit atau bahkan tanpa modifikasi.
Sebaliknya bahasa pemrograman tingkat rendah (bahasa mesin atau bahasa assembly), umumnya, hanya dibuat untuk memprogram 1 jenis hardware saja. Bahasa mesin memang dirancang untuk mudah dimengerti oleh mesin (komputer) itu sendiri. Penulisan program dengan bahasa mesin akan jauh lebih panjang dibandingkan penulisan program dengan bahasa tingkat tinggi.
Pengguna bahasa pemrograman tingkat tinggi perlu menterjemahkan source code-nya ke dalam bahasa pemrograman tingkat rendah yang dapat dimengerti oleh mesin. Secara garis besar, ada dua metode untuk menerjemahkan bahasa tingkat tinggi ke dalam bahasa tingkat rendah, yaitu compiling dan interpretation. Pyton menggunakan prosses interpretation untuk mengubah bahasa tingkat tingginya menjadi bahasa yang dimengerti mesin. Bagan dibawah ini akan memperlihatkan perbedaan prosess compiling dan interpretation.

Gambar 2. Interpreter vs Compiler

Gambar diatas mungkin membuat sahabat semakin penasaran akan perbedaan interpreter dan compiler. Interpreter akan langsung mengeksekusi baris demi baris dari program yang ditulis. Sebaliknya compiler akan menerjemahkan terlebih dahulu seluruh isi source code menjadi object code, barulah kemudian dieksekusi untuk menghasilkan keluaran. Walaupun object code yang yang dihasilkan dapat dijalankan ulang berkali-kali, namun menciptakan source code untuk sebuah compiler akan jauh lebih kompleks dibandingkan interpreter. 
Jika sahabat mencari bahasa yang dapat digunakan pada berbagai operating system platform, gratis dan mudah diperoleh, maka interpreter seperti Python adalah jawabannya. Dalam hal syntax, Python memiliki syntax yang jauh lebih sederhana dibandingkan bahasa tingkat tinggi lainnya seperti C, C++ atau Java. Tidak hanya pemula atau programmer amatiran yang menggunakan Python, kalangan professional pun banyak yang senang menggunakan Python, dan mereka memberikan banyak dukungan bagi Python melalui berbagai komunitas. Kesederhanaan dalam hal penulisan program, membuat para pemula dapat mempelajari pemrograman dengan lebih mudah. Para profesional pun dapat memrogram secara cepat dengan produktifitas keberhasilan yang tinggi, tetapi memiliki tingkat frustasi/stress yang rendah. Menulis program dengan Python telah memberikan banyak kesenangan (fun). Dan yang terpenting, Python itu GRATISSSSSSSSSSSSS . . . . J
Untuk melihat bagaimana sederhananya Python, mari kita lihat perbandingan penulisan sebuah program yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi sahabat, yaitu menampilkan text “Hello World!” pada layar. 
Tabel 1. Perbandingan program ‘Hello World!’ pada Python dan C++
Python 2.x
C++
print "Hello, World!"

#include

   void main()
   {
   cout << "Hello, world!" << endl;
   }
Tebel.1 menunjukan secara jelas perbedaan panjang script dari sebuah program yang sama dengan bahasa pemrograman yang berbeda. Untuk menjelaskan script program ‘Hello World!’ dengan bahasa C++ mungkin membutuhkan sekitar 13 paragraf. Dengan Python, program tersebut dapat dijabarkan dalam dua paragraf. Hal ini membuat kita bisa lebih fokus untuk memahami pemrograman dan tidak membuang-buang waktu dalam penulisan syntax yang rumit.

1.2.      Memilih Phyton yang Sesuai

Apa bedanya Pyton 2.x dengan Python 3.x?
Secara singkat Python 2.x yang sedang menjadi “penguasa”, sedangkan Python 3.x adalah masa depan dari Python yang sudah bisa digunakan sekarang. Python 2.x tidak akan mengalami perubahan-perubahan signifikan, karena Guido van Rossum (pencipta Python) telah memutuskan untuk mengganti Python 2.x dengan cara yang tepat, dan versi terbaru dari Python 2.x hanya akan mengalami sedikit perbaikan. Sebaliknya Python 3.x mengalami perkembangan yang signifikan, seperti:
-          dukungan Unicode yang lebih baik
-          bagian inti bahasa pemrograman ini menjadi lebih mudah untuk dipahami oleh sahabat yang baru belajar, dan lebih konsisten dengan bagian lain dari bahasa pemrograman ini
-          mengurangi kelemahan-kelemahan dari versi sebelumnya sehingga penggunaan memory menjadi lebih efisien
-          standar library terbaru juga hanya tersedia di Python 3.x
Sekarang, versi mana yang sebaiknya dipilih?
Memilih versi mana yang sebaiknya digunakan akan sangat tergantung dari ‘apa yang hendak sahabat kerjakan dengan Python?’. Jika sahabat mengerti dengan baik apa yang hendak sahabat lakukan, dan mengenal Python 3.x dengan baik maka memilih Python 3.x sangatlah tepat. Perlu diingat bahwa dukungan terhadap Python 3.x masih sedikit. Namun sebagai bahasa pemrograman, Python 3.x telah siap untuk digunakan. 
Secara default, Linux dan Macs masih menggunakan Python 2.x begitu pula dengan dukungan dari perangkat lunak lainnya yang umumnya belum dapat memahami (belum mendukung modul-modul) Python versi 3.x. Programer, pada umumnya, masih menggunakan versi 2.x. Oleh karena itu jika sahabat akan menggunakan Python untuk berhubungan dengan perangkat lunak lainnya maka sebaiknya sahabat menggunakan versi 2.x.
Python 3.x tetap merupakan pilihan yang bagus. Jika sahabat telah terlanjur menggunakan versi ini, namun terpaksa saudara harus merubah (convert) source ke dalam versi 2.x, misalnya untuk alasan compatibility, maka sahabat tidak perlu terlalu khawatir. Sudah cukup banyak programmer yang mengembangkan perangkat lunak untuk mengubah source code sahabat yang ditulis dalam versi 3.x menjadi versi 2.x. Dokumentesi pada web maupun sebagian textbook masih menggunakan versi 2.x, tetapi tutorial terbaru umumnya sudah menggunakan versi 3.x.
Modul-modul popular yang belum cocok (compatible) dengan Python 3 misalnya: Twisted, Gevent, Django, dan PIL. Modul-modul tersebut sedang dalam tahap pengembangan akhir, sehingga tidak lama lagi sudah dapat digunakan. Dalam hal GUI Python 3 juga telah memiliki dukungan dan kemajuan yang sangat pesat, dan untuk keterangan lebih jelasnnya dapat sahabat baca disini.
 Download yang mana?
Setelah memutuskan versi Python yang akan dipilih, sahabat mungkin akan langsung berpikir untuk segera mengunduh installer. Tidak seperti Linux dan Macs, default Windows tidak memiliki Python. Untuk mengunduh installer, sahabat dapat melakukannya dengan mengunjungi situs resminya di sini, dan saudara akan menemukan halaman seperti pada gambar berikut:


 Gambar 3. Halaman download Python

Sebelum mendownload, mungkin sahabat akan bertanya lagi: “yang mana yang harus saya unduh? Di situ terdapat dua tipe installer untuk Windows.” Jika sahabat menggunakan windows 32 bit maka harus mengunduh installer yang paling atas, ‘Python x.x.x Windows Installer’. Jika sahabat menggunakan windows 64 bit maka sahabat perlu mengunduh installer yang kedua, ‘Python x.x.x Windows X86-64 MSI Installer’. Berdasarkan yang saya ketahui, sahabat bisa meng-install Python 32 bit pada Windows 64 bit, tetapi tidak sebaliknya, sahabat tidak dapat meng-install versi 64 bit pada Windows 32 bit.

1.3.      Meng-install Phyton

Selesai mengunduh?? Mari kita lanjutkan dengan melakukan instalasi. Lakukan klik ganda pada hasil unduhan kita tadi, dan jendela instalasi akan muncul. Ikutilah setiap tahapannya, seperti meng-install program sederhana lainnya. Jika sudah, coba lihat Start Menu, sahabat akan menemukan beberapa menu baru, salah satunya adalah IDLE (Python GUI). Pilih menu tersebut untuk jalankan Python.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Python adalah interpreter, sehingga sahabat cukup menuliskan code yang diinginkan pada jendela IDLE tadi, kemudian tekan/pilih run. Jika sahabat ini membuat script, sahabat dapat memilih File à New Window, hingga muncul jendela kerja baru. Isi dengan code yang sahabat inginkan, kemudian tekan F5 atau pilih Run à Run Module. Dan sahabat akan diminta untuk menyimpan (save) terlebih dahulu. Simpanlah file script tersebut dengan nama yang saudara inginkan dengan tambahan ekstensi “.py”, misal “file.py”. Setelah disimpan, program tersbut akan langsung dijalankan dan keluaran dari source code tersebut akan ditampilkan pada jendela IDLE tadi.
Untuk program-program pendek dan sederhana, banyak programmer yang lebih suka menjalankan Python melalui command prompt. Untuk dapat menjalankan Python melalui kita perlu memastikan bahwa runtime telah di-setting secara benar. Untuk memastikan PATH pada System Properties telah di ditambahkan dengan path directory dari Python. Berikut langkah-langkah untuk menambahkan:
1.      Masuk ke jendela Advance System Setting melalui Properties pada My Computer atau melalui System pada Control Panel.
2.      Setelah jendela System Properties terbuka, masuk pada tab Advance, dan klik pada tombol ‘Environment Variables…’ hingga muncul tab Environment Variable.
3.      Perhatikan tabel kedua yang berjudul System Variables, scroll ke bawah dan carilah variabel bernama Path dan lakukan klik ganda pada variabel Path itu, atau klik sekali dan pilih edit.
4.      HATI-HATI melakukan langkah ini, karena yang akan kita lakukan adalah MENAMBAHKAN path dari tempat kita meng-install Python (misalnya: C:\Program Files\Python27) ke dalam Variable Values dengan menggunakan tanda semicolon (;) sebagai pemisah dengan path software yang lain. INGAT, JANGAN MENGHAPUS/MENGGANTI Variable Values YANG SUDAH ADA. Jika sahabat tidak sengaja menghapus atau mengubah Variable Values sebelumnya, maka sahabat tinggal menekan tombol cancel dan ulangi langkah-langkah diatas. Cara sederhananya sahabat cukup melakukan klik pada kolom masukan Variable Values, kemudian menekan tombol End pada keyboard, sehingga membawa sahabat pada bagian akhir. Sahabat tinggal menambahkan tanda ; barulah kemudian sahabat memasukan path (alamat folder) tempat sahabat meng-install Python. Contohnya “…      ;C:\Program Files\Python27”
5.      Jika sahabat telah menambahkan path tersebut, sahabat tinggal menekan tombol Ok pada jendela-jendela yang tadi telah dibuka, kemudian membuka Command Prompt untuk menguji dan mulai menggunakan Python.
Untuk mengetahui bahwa Python telah terhubung maka sahabat cukup mengetikkan python pada Command Prompt, kemudian tekan enter. Jika sahabat Command Prompt telah menampilkan versi Python yang sahabat gunakan dan muncul ‘>>>’ berarti sahabat telah berhasil dan Python siap diajak bermain. Untuk keluar dari Python dan menggunakan Command Prompt yang biasa sahabat cukup menggunakan perintah quit().
***


BIBLIOGRAPHY


Downey, A. (2012). Think Python: How to Think Like a Computer Scientist (Version 2.0.1 ed.). Needham, Massachusetts: Green Tea Press.
Guide to installing Python in Windows Vista. (n.d.). Retrieved August 24, 2012, from Neural Wiki: http://www.neuralwiki.org/index.php?title=Guide_to_installing_Python_in_Windows_Vista  
ismailsunni. (2012, February 28). Hello, Python. Retrieved August 24, 2012, from Mathlete's Code: http://codemath.wordpress.com/2012/02/28/hello-python/   
Python official website. http://python.org